ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN LANJUT USIA DENGAN DEMENSIA PADA HOME CARE

Tinggalkan komentar

ABSTRAK
Perawatan klien lanjut usia (lansia) dianggap sebagai area berteknologi rendah, bukan salah satu area praktik keperawatan bergengsi. Terdapat keraguan bahwa klien lansia dengan demensia merupakan kekhawatiran utama dalam penyediaan pelayanan asuhan keperawatan lanjut (home care). Bahwa seiring dengan semakin lanjutnya usia, mental serta kecakapan fisik melambat sampai beberapa tingkat, sehingga lansia distigmatisasi sebagai bagian bawah dalam kelompok sosial dan kebutuhan khusus mereka kurang dikenali, sehingga perawatan home care tidak maksimal. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan perawatan terhadap lansia berupa home care untuk mempertahankan individualitas dan pemberdayaan dengan menggunakan metode proses keperawatan (pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana, tindakan, dan evaluasi) yang dikonsentrasikan untuk mengukur efek kerusakan dalam kemampuan untuk berkomunikasi, mobilisasi, dan terlibat dalam aktivitas sosial. Tindakan keperawatan selanjutnya berfokus pada memfasilitasi adaptasi individu guna mengembalikan kesejahteraan dan kemandirian.

Saran yang dapat diberikan adalah menyiapkan dan mendukung kebutuhan yang diperlukan untuk para lansia dengan demensia. Kemungkinan strategi untuk dukungan yang lebih efektif meliputi asuhan keperawatan dalam merawat lansia dengan demensia, dan meningkatkan kerja sama antar perawat lansia. (http://ejournal.umm.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/475/482)

HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN TERLAKSANANYA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENCEGAHAN DEKUBITUS DI RUANG 25 INSTALASI RAWAT INAP I RSU Dr SA1FUL ANWAR MALANG

Tinggalkan komentar

Abstract

 

Pencegahan dekubitus merupakan tindakan mandiri keperawatan yang harus dilakukan oleh perawat. Perawat diharapkan melakukan tindakan tersebut sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan agar dalam pelaksanaannya didapatkan hasil yang optimal. Salah satu faktor yang mempengaruhi terlaksananya standar operasional prosedur (SOP) tersebut adalah motivasi dan perawat. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan motivasi perawat dengan terlaksananya SOP pencegahan dekubitus di ruang 25 IRNA I. Uji analisis statistik menggunakan spearman rho, dengan penilaian 110 ditolak jika r-hitung> r-tabel atau nilai p-value pada kolom sig. (2 tailed) < level of sign (Jicant. Berdasarkan basil penelitian disimpulkan bahwa: 1) motivasi perawat di ruang 25 IRNA I RSU Dr Saiful Anwar Malang adalah cukup 2) terlaksananya SOP pencegahan dekubitus di ruang 25 IRNA I RSU Dr Saiful Anwar Malang adalah cukup; 3) Ada hubungan positif yang kuat antara motivasi perawat dengan terlaksananya SOP pencegahan dekubitus. Dan kesimpulan disarankan kepada bidang keperawatan perlu menata ulang kelengkapan sarana prasarana dalam menunjang terlaksananya SOP, melakukan sosialisasi SOP secara komprehensif dan berkala pada setiap tenaga keperawatan, mendata ulang kebutuhan tenaga keperawatan sesuai standar tenaga ruang rawat inap diharapkan masing-masing kepala ruang di unit kerja rnelakukan supervisi terhadap pelaksanaan SOP, diharapkan rumah sakit menetapkan insentif khusus untuk tindakan keperawatan mandiri yang selama ini belum pernah ada. (http://ejournal.umm.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/492)

SISI LAIN KEHIDUPAN

Tinggalkan komentar

"kemiskinan"

kemiskinan yang semakin parah

"kemiskinan"

kemiskinan yang semakin parah

Pertunjukan Sulap Gagal Paling Memalukan Di Dunia

Tinggalkan komentar

 

PENINGKATAN SEMANGAT BELAJAR B.D TEMAN YANG ASYIK

Tinggalkan komentar

Ketika hari pertama saya memasuki  kuliah di STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta di program studi S1 B, saya merasa sedikit down, mengapa? Karena teman-teman yang menjadi teman kuliah saya  adalah orang-orang “master”, dalam artian mereka memiliki pengalaman lapangan yang sangat lama dan banyak.

Namun, pada akhirnya saya mengubah mindset yaitu mencoba memanfaatkan keadaan dan menganggap hal itu sebuah tantangan. Lebih pasnya mungkin menjadikan keadaan ini sebagai motivasi di dalam kuliah saya.

3 hari berlalu, saya sudah menemukan hal yang lebih dari yang saya harapkan. Situasi kelas  baru ini tidak seperti situasi waktu kuliah di D3 dulu. Dimana saat dulu kuliah D3 sering sekali bosan, tetapi sekarang saya menikmati situasi dimana setiap kali kuliah pasti ada -ada saja canda tawa, cletukan-cletukan lucu para “senior(“sebutan untuk teman saya sekelas yang dulunya adalah pembimbing klinik saat D3), sekaligus pengalaman-pengalaman atau cerita (sharing)yang membuat suatu perkuliahan menjadi menarik.

Sekarang saya merasa sangat termotivasi, kiranya teman-teman selatingan saya(NOVI, DANING, TWIZ, MARITA, JITRA, DEVRI,dan yang lainnya-aku lupa,hehe,maklum baru-)juga merasakan apa yang saya rasakan.

Sukses S1B STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta angkatan I  ,memang SIB…!!!

SENAM OTAK

Tinggalkan komentar

Senam Otak Kembali Segar Dengan Senam Otak senamotakOtak juga seperti tubuh, oleh karena itu kita perlu merawat dan memperlakukannya dengan benar, jadi ketika kita ingin mendapatkan kesegaran otak tidak jauh berbeda dengan bagaimana menjaga kesegaran tubuh karena tubuh dan otak saling berkaitan, salah satu cara adalah dengan senam otak. Dari segi fungsi, otak yang terdiri dari dua belahan kiri dan kanan itu seolah memiliki tiga dimensi yang saling berhubungan. Dengan mengoptimalkan penggunaan seluruh bagian ini, fungsi otak dapat dioptimalkan.Salah satu cara mengoptimalkan penggunaan semua dimensi otak adalah dengan gerakan senam otak. Senam otak adalah serangkaian latihan berbasis gerakan tubuh sederhana. Gerakan itu dibuat untuk merangsang otak kiri dan kanan (dimensi lateralitas); meringankan atau merelaksasi belakang otak dan bagian depan otak (dimensi pemfokusan); merangsang sistem yang terkait dengan perasaan/emosional, yakni otak tengah (limbis) serta otak besar (dimensi pemusatan). Anda bisa melakukannya lewat gerakan sederhana sambil melakukan kegiatan sehari-hari, seperti sambil menonton televisi dan kegiatan rumah lainnya,. meski sederhana senam otak mampu memudahkan kegiatan belajar dan melakukan penyesuaian terhadap ketegangan, tantangan, dan tuntutan hidup sehari-hari. Senam otak bisa dilakukan oleh semua kelompok umur ada senam otak anak maupun senam otak lansia.

SUMBER : http://brainvit.com/hello-world.html

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.