Abstract

 

Pencegahan dekubitus merupakan tindakan mandiri keperawatan yang harus dilakukan oleh perawat. Perawat diharapkan melakukan tindakan tersebut sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan agar dalam pelaksanaannya didapatkan hasil yang optimal. Salah satu faktor yang mempengaruhi terlaksananya standar operasional prosedur (SOP) tersebut adalah motivasi dan perawat. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan motivasi perawat dengan terlaksananya SOP pencegahan dekubitus di ruang 25 IRNA I. Uji analisis statistik menggunakan spearman rho, dengan penilaian 110 ditolak jika r-hitung> r-tabel atau nilai p-value pada kolom sig. (2 tailed) < level of sign (Jicant. Berdasarkan basil penelitian disimpulkan bahwa: 1) motivasi perawat di ruang 25 IRNA I RSU Dr Saiful Anwar Malang adalah cukup 2) terlaksananya SOP pencegahan dekubitus di ruang 25 IRNA I RSU Dr Saiful Anwar Malang adalah cukup; 3) Ada hubungan positif yang kuat antara motivasi perawat dengan terlaksananya SOP pencegahan dekubitus. Dan kesimpulan disarankan kepada bidang keperawatan perlu menata ulang kelengkapan sarana prasarana dalam menunjang terlaksananya SOP, melakukan sosialisasi SOP secara komprehensif dan berkala pada setiap tenaga keperawatan, mendata ulang kebutuhan tenaga keperawatan sesuai standar tenaga ruang rawat inap diharapkan masing-masing kepala ruang di unit kerja rnelakukan supervisi terhadap pelaksanaan SOP, diharapkan rumah sakit menetapkan insentif khusus untuk tindakan keperawatan mandiri yang selama ini belum pernah ada. (http://ejournal.umm.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/492)